Friday, October 07, 2016

Serial Panduan SEO : Cara Mudah Riset Kata Kunci dan Analisa Kompetitor

Pada artikel ini kita akan membahas dang mengupas tuntas tentang cara mudah melakukan riset kata kunci atau keyword research dan juga langkah-langkah menganalisa kompetitor.

Apa artinya, pada saat pengguna sedang melakukan pencarian pada mesin pencari menggunakan keyword, maka mesin pencarian akan menampilkan hasil yang cocok dan relevan dengan keyword(kata kunci) yang inputkan oleh pengguna/user.

 Serial Panduan SEO : Cara Mudah Riset Kata Kunci dan Analisa Kompetitor
riset kata kunci

Apa pentingnya bagi saya untuk melakukan riset kaya-kunci?

Saat kita membuat artikel dan mendapatkan peringkat yang baik, hal itu tidak berguna jika pada artikel tersebut tidak ada keyword(kata kunci) yang di incar/ di input oleh user, Jadi, riset kata-kunci penting dan berguna agar artikel yang telah kita buat ada yang mencari dan membacanya sehingga bermanfaat bagi orang lani.

Apa maksud dari Analisa Kompetitor?

Jika kita memiliki website/blog yang masih baru, kita perlu mengincar kata-kunci yang memiliki competitor rendah dalam pencarian, agar website kita tetap muncul pada hasil pencarian
Cara riset kata-kunci menggunakan Google Keyword Planner

Tool yang biasa di gunakan untuk melakukan riset kata-kunci adalah Google Keyword Planner. Karna tools ini memiliki fitur yang sangat lengkap dan gratis, dan tool ini milik google yang tentunya dalam segi akurasi lebih terjamin.

Berikut langkah mudah untuk melakukan riset kata kunci:

pemilihan kata-kunci pada google keyword planner
- Input kata-kunci pada bagian “your product and service” pada halaman google keyword planner, kata dapat menginput satu atau lebih kata-kunci dengan di pisahkan menggunakan koma(line break).

- Atur negara yang kita targetkan

- Terakhir pilih Bahasa yang di gunakan

- Klik pada bagian ‘get ideas’

Maka, akan muncul halaman berikutnya:

halaman hasil keyword


Pada halaman ini kita bisa melihat bahwa dalam satu bulan ada sekitar 320 orang yang mencari menggunakan kata-kunci “beli baju”. DI lain waktu, kita coba menggunakan keyword yang berbeda “jual baju”, ternyata ada 1.900 pencarian dalam sebulan, dari sini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa keyword “jual baju” lebih banyak di cari daripata “beli baju”.

Dari sini kita dapat memanfaat pengetahuan kita yang telah kita pelajari sebelumnya tentang SEO on page, jadi kita dapat mengoptimasi halaman website yang kita miliki dengan menggunakan keyword “jual baju” yang lebih banyak dari pada keyword “beli baju”

Demikianlah dasar tentang teknik riset kata kunci.

Cara mencari keyword yang daya saingnya rendah

Ketika kita melakukan riset keyword/kata kunci, layaknya jika kita memilki website yang masih terbilang baru dengan keyword/kata-kunci yang persaingannya tidak terlalu tinggi. Sebab biasanya website yang masih baru belum punya pondasi yang baik dan kuat yang akan membuat kita kalah jika bersaing dengan website-website besar.

Dalam melakukan riset kata kunci, biasanya kita sebagai pemilik website baru mengincar yang persaingannya rendah. Ini karena website baru biasanya belum memiliki “pondasi” yang kuat sehingga akan kalah kalau bersaingan dengan website besar.

Kita bisa mempelajari keyword yang lumayan rendah dan non kompetitif.
Gunakan kata-kunci yang panjang/ Long tail keyword

Hal lain yang harus kita pahami dalam dunia riset kata-kunci adalah long tail keyword.

Selain keyword yang kita incar. Google keyword planner biasanya juga akan menampilkan jumlah pencarian dari keyword yang sejenis. Sebagai contoh dari kata kunci “beli baju” tadi akan muncul keyword sejenis seperti beli baju online, beli baju, jual baju online, belanja baju.

Maka, Jika kita ingin mengoptimasi website dengan kata-kunci “beli baju”, maka kemungkinan hanya aka nada 320 pencarian saja perbulannya. Tetapi jika kita mengoptimasi keyword “beli baju online” makan total yang kita dapatkan dari hasil pencariannya adalah sekitar 1.620, “beli baju” = 320 + beli baju online” = 1.300.

Namun, kita juga dapat menggunakan kata kunci lain jika kurang cocok, keputusan ada di tangan anda, kita dapat memilih relevansi sebuah keyword dari long tail keyword yang tersedia yang dapat kita kembangkan lagi.

Bagaimana jika website kita berbasis e-commerce/took online maupun affiliate?

Keyword yang panjang(long tail keyword) biasanya memberikan rata-rata konversi yang lebih besar di banding menggunakan keyword biasa. Karna saat kita menggunakan long tail keyword biasanya akan lebih menarik dan nial membelinya akan lebih tinggi.

Misalnya, ketika user mencari dengan keyword “baju model 2016” dengan keyword “beli baju model 2016”, dengan keyword pertama biasanya mereka hanya ingin mendapatkan informasi, berbeda dengan keyword kedua yang memang berniat untuk membeli baju tersebut.




EmoticonEmoticon